Terkadang kita berada dalam posisi serbasalah, serbasulit. Misalnya, seorang sahabat minta rekomendasi positif padahal menurut kita dia kurang kompeten. Harus jujur dengan risiko menyinggung atau memilih berbohong? Tenang, ada jalan tengah untuk situasi-situasi seperti itu.
Kalau bisa, mungkin kita selalu
ingin berkata yang baik tentang orang lain. Perkataan manis, baik, dan
positif pasti membuat orang senang. Kita pun jadi ikut senang.
Tapi dalam hidup, pasti ada saja
saat yang menyulitkan dan membuat serbasalah. Mengatakan hal-hal
sulit., dalam arti berpotensi menyinggung, membuat sedih, atau membuat
marah, tentu tidak mudah. Apalagi ke orang-orang terdekat yang sangat
disayangi. Berikut beberapa contoh kasus yang sering teijadi dalam
kehidupan sehari hari dan langkah yang dianjurkan sebagai solusi.
SITUASI: Teman meminta rekomendasi padahal dia kurang kompeten.
Sahabat
menelepon dan mengatakan ingin melamar pekerjaan di kantor kita, yang
memang sedang membuka lowongan. Rupanya si sahabat bukan sekadar memberi
informasi, tapi sekaligus ingin meminta rekomendasi dari kita, sebagai
orang yang sudah lebih dulu bekerja di sana. Sayang, menurut opini
objektif kita, si sahabat kurang kompeten dan tidak cocok bekerja di
kantor itu. Dalam situasi seperti ini, tidak ada pilihan selain berkata
jujur. Karena dia sahabat, pasti ada sesuatu yang kita suka tentang dia.
Mulailah dengan hal itu. Misalnya katakan: menurut kamu sangat bagus
bekerja di dunia kreatif yang berhubungan dengan banyak orang. Posisi
ini mengharuskan orang bekerja dalam disiplin tinggi. Mungkin kurang
cocok dengan kamu, demikian saran Douglas Stone, salah satu pengarang
buku berjudul DifBciilt Coveisations.
Pilihan lain, menurut Jeffrey
Fox, penulis buku How to Become a Great Boss, adalah tetap menerima
titipan CV dan surat lamaran, tapi tidak menjanjikan apa-apa. “Sampaikan
pada si teman bahwa kita akan memberikan CV ini ke pihak terkait. Tapi,
beritahu juga kalau banyak orang yang mengincar posisi ini,” saran
Jeffrey.
SITUASI : Teman ingin meminjam mobil.
Dalam
beberapa kasus, kita harus bersikap tegas dan berani melarang. Tcntu
dengan tetap menggunakan bahasa yang sopan. Misalnya ada teman yang
ingin meminjam mobil, sementara caranya mengemudi sangat mengkhawatirkan
dan tidak tahu aturan. Jika memang tidak ingin meminjamkan mobil itu,
sampaikan dengan tegas. Jangan dinegosiasikan. Kalau memang merasa sulit
untuk berkata setegas itu, katakan saja bahwa mobil merupakan barang
pribadi yang sangat berharga untuk kita. Karena itu, berat bagi kita
melepas orang lain mengendarai mobil tersebut. Apa pun alasan yang
dikemukakan, gunakan bahasa yang sopan. Tak perlu emosi atau memakai
intonasi tinggi.
SITUASI: Diminta memberi pendapat (pujian lebih tepatnya) untuk sesuatu yang buruk.
Suatu
hari sahabat yang terbiasa dengan rambut panjang tiba-tiba muncul
dengan rambut yang sangat pendek dan tidak sesuai dengan bentuk
wajahnya. Apa yang akan kita lakukan kalau dia bertanya pendapat tentang
penampilan barunya? Sebaiknya jangan langsung mengatakan, “Aduh, kamu
kok kelihatan jelek dengan potongan rambutmu yang bani!” Selain
membuatnya kesal atau kemungkinan tersinggung, kejujuran bisa membuat
persahabatan renggang. Cara yang tepat adalah bersikap positif. Kita
bisa katakan: “Duli, kayaknya saya orang yang salah untuk dimintai
pendapat karena saya lebih suka kamu dengan rambut yang panjang.”
Artikel Tips Mengatakan Hal yang Sulit.
SITUASI: Jadi korban lelucon yang melecehkan.
Mendengar
lawakan bernada tidak sopan yang ditujukan ke- pada kita bisa membuat
hati emosi. Meski hanya lelucon, sah saja kalau kita merasa terganggu.
Saat itu terjadi, yang perlu dilakukan pertama kali adalah menahan
emosi. Tidak perlu marah atau kesal. Jangan juga menudingnya dengan
berbagai tuduhan, misalnya rasis, bodoh, dan lain-lain. Tentang seberapa
terus terang kita menegur orang itu sangat tergantung dengan tempat dan
situasi. Kalau sedang berada di pesta teman, kita mungkin tidak ingin
terlalu frontal agar tidak jadi pusat perhatian. “Kalau terjadi di
kantor, Anda bisa mengeluarkan sedikit ancaman dengan mengatakan bahwa
lelucon berbau rasis atau pelecehan bisa membuatnya dipecat ” demikian
ujar Jeffrey. Atau, bicara saja secara langsung di hadapan orang itu
bahwa lawakannya sama sekali tidak lucu dan menyinggung. Katakan dengan berani sambil menatap ke matanya.
SITUASI: Mendapat pertanyaan tak terduga dari anak kecil.
Pernah
disodori pertanyaan yang tidak terbayangkan sebelumnya dari si Kecil?
Atau Anda memiliki keponakan yang masih kecil, tapi kritis?
Berhati-hatilah dalam menjawab semua pertanyaan mereka. Jawaban jujur
atau sesuai dengan buku belum tentu bisa menjawab rasa ingin tahu
mereka. Cobalah gunakan padanan kata yang sesuai dengan usia dan daya
tangkap mereka. Untuk membantu, gunakan alat bantu, seperti buku atau
video.
SITUASI: Orang-orang mencela sahabat tercinta.
Sekelompok
orang meledek dan mengeluh tentang sahabat. Apa yang bisa kita katakan
untuk membuat mereka berhenti? Coba kalimat kalimat yang lebih positif.
Misalnya: “Oh ya, dia begitu? Saya enggak ngerasa, tuh. Sebaliknya,
menurut saya, dia baik.” Atau bisa juga kita bicara terus terang: “Saya
itu temannya orang yang sedang kalian bicarakan. Jadi, membicarakan dia
membuat saya merasa seperti mengkhianati.”
SITUASI: Bos meminta opini atas prestasi atau hasil karya anaknya.
Suatu
hari Anda diajak oleh atasan Anda untuk melihat lukisan karya putrinya.
Setelah melihat, Anda sudah bisa menilai kalau lukisannya sama sekali
tidak bagus. Bagaimana kalau bos menanyakan pendapat Anda? Di dalam
kasus seperti ini. Anda harus pintar mencari pilihan kata yang tepat
untuk mengutarakan pendapat tanpa membuat atasan(atau siapa pun yang
mempunyai hubungan dekat) tersinggung. Berikan kritikan yang halus
seperti, “Putri Anda sangat berbakat, tetapi ia juga perlu mencoba hal
lainnya ” Pilihlah kata yang tetap mengena tanpa harus menimbulkan
konflik.
SITUASI: Saudara atau sahabat terlalu ikut campur.
Menyenangkan
sekali jika sahabat atau saudara yang perhatian. Tapi, kalau setiap
saat setiap waktu mencampuri urusan kita, tentu jadi mengganggu.
Bagaimana cara menyampaikan bahwa kita tidak ingin mereka ikut campur?
Mudah, kok. Ungkapkan saja: “Saya sangat menghargai perhatian yang
diberikan. Saya juga tahu pasti kalau tujuan atau niat kamu pasti baik
dan positif. Namun, bagaimana pun, saya perlu diberi kesempatan untuk
melakukan kesalahan. Jadi, biarkan saya mengambil keputusan sesuai
keyakinan sendiri ”
SITUASI: Teman lama mengajak bertemu.
Kenalan
saat masih di bangku SMA tiba-tiba menelepon da mengajak untuk bertemu.
Anda hampir tidak memiliki waktu untuk menemuinya karena banyak
pekerjaan yang sulit ditinggalkan. Sebaiknya katakan apa adanya kepada
si teman, katakan bahwa Anda benar-benar tidak bisa dan takut tidak
dapat memenuhi janji. Sebagai altematif, sampaikan bahwa Anda akan
meneleponnya saat waktunya sudah memungkinkan. Dengan begitu Anda tetap
bisa saling bercerita dan bertukar kabar. Tapi, tepati, ya. «Jika memang
ragu, lebih baik tidak beijanji apa-apa.
SITUASI: Menyampaikan berita duka.
Menyampaikan
kabar sedih, seperti berita kematian, pemecatan, atau perceraian, tidak
gampang. Bagaimana cara agar kesedihannya bisa ditekan? Semua orang
berharap ada cara atau kata-kata yang bisa mengurangi rasa sedih itu.
Tapi jujur saja, tidak ada kata-kata yang bisa mengurangi kesedihan
akibat berita buruk. Jadi, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah
mengatakan sejujurnya, secara langsung, dan dengan simpatik. Kita bisa
mengaw'ali dengan kalimat: “Ada sesuatu yang buruk yang harus saya
sampaikan.
Sumber Tips Mengatakan Hal yang Sulit : Sekar


